Belajar Budidaya Maggot Bersama BWMTC dan Mitra

Kolaborasi kegiatan BWMTC kali ini melibatkan Rotary Club Bali Niti Mandala, Bali Bersama  Bisa (BBB) dan Umah Pupa, yang mengangkat tema “Mengenal Manfaat dan Budidaya Maggot”. Tema ini sangat relevan saat ini sejak dikeluarkannya aturan pemerintah Bali bahwa masyarakat diharapkan mengelola sampah masing-masing, khususnya sampah organik. Kegiatan berlangsung Jumat 29 Agustus 2025, di kantor BBB.

Dua narasumber, Ibu Ana Rohanah dari BWMTC menyampaikan pengalamannya membudidayakan maggot sejak tahun 2014 yang terbukti efektif mengurai sampah sisa makanan (food waste) dan bisa menjadi pakan ternak ayam dan ikan. Sedangkan kasgot nya (bekas makanan maggot), yang merupakan pupuk organik padat yang dihasilkan dari sisa-sisa makanan larva BSF (Black Soldier Fly atau lalat tentara hitam) berfungsi untuk menyuburkan tanah, dan menjadi solusi alternatif pengganti pupuk kimia. Kasgot ini sangat kaya nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. 

Sedangkan, Bapak Edwin Lubis dari Umah Pupa, menyampaikan informasi siklus Maggot dari BSF (Black Soldier Fly); manfaat maggot sebagai pengurai sampah organik, dan teknis budidaya maggot skala rumahan maupun industri. Teknik ini diterapkan melalui serangkaian uji coba dan riset yang dilakukan bertahun-tahun sehingga didapat formula yang pas untuk dipraktekkan sesuai kondisi sampah organik yang dihasilkan. Sebanyak 25 peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, apalagi saat praktek langsung mencacah sampah dan memberi makan maggot. Sebagian merasa geli, takut dengan maggot, namun setelah beberapa kali mencoba, peserta mulai terbiasa dan semangat berpraktek.

Terima kasih untuk kolaborasinya. Bagi Kalian yang belum sempat bergabung di workshop kemarin, dan tertarik untuk mencoba budidaya maggot di rumah maupun industri (café, restoran, supermarket, dll) bisa menghubungi kami di BWMTC untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Yuk, kelola sampah dengan bijak..karena sampah yang dikelola dengan baik bisa jadi pundi-pundi rupiah.