Eco –  Workshop : From UCO into Natural Soap

Tim BWMTC diundang oleh Ucollect by NOOVOLEUM, untuk berkolaborasi mengisi workshop pemanfaatan minyak jelantah, di pameran FHTB (Food, Hotel & Tourism Bali), Nusa Dua, Bali.
Workshop bertajuk “Eco –  Workshop : From UCO into Natural Soap” ini juga berkolaborasi dengan Fairme Indonesia. Adapun workshop diadakan pada tanggal 28 – 30 April 2026. 

Awalnya workshop dibagi dalam 2 sesi, siang dan sore , namun ternyata antusiasme pengunjung membludak, sehingga sesi praktek membuat sabun dibuat berkali-kali. Pengunjung antusias karena baru mengetahui untuk membuat sabun itu cukup mudah dan prosesnya menyenangkan. 

Cukup mencampurkan minyak jelantah yang sudah disaring dengan ecoenzym dan campuran lye untuk menyatukan minyak dan air. Campuran lye (lye solution) adalah larutan alkali kuat yang terdiri dari Natrium Hidroksida (NaOH) atau Kalium Hidroksida (KOH) yang dilarutkan dalam air. Bahan ini adalah komponen utama dalam pembuatan sabun melalui reaksi saponifikasi, yang mengubah lemak atau minyak menjadi sabun.

Proses yang paling disukai pengunjung adalah saat menuangkan adonan sabun ke dalam cetakan, serasa membuat kue kata mereka. Sabun yang sudah masuk cetakan, bisa dibuka dalam waktu 24 jam, lalu didiamkan di suhu ruang untuk selanjutnya proses curing.

Curing sabun adalah proses mendiamkan sabun batangan yang baru dibuat selama 4-6 minggu di tempat sejuk dan kering dengan sirkulasi udara baik. Proses ini krusial untuk menguapkan sisa air, mengeraskan sabun agar tahan lama, dan memastikan reaksi saponifikasi selesai. 

Sabun dari minyak jelantah antara lain bisa digunakan untuk mencuci pakaian dan sepatu. Sedangkan untuk pemakaian di muka dan badan, biasanya menggunakan bahan baku minyak kelapa. Tertarik mencoba membuat sabun sendiri? Yuk hubungi tim BWMTC.